Tampilkan postingan dengan label Normatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Normatif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2016

A. IKLAN

a. Pengertian Iklan
Iklan adalah kegiatan memberitahukan atau menginformasikan suatu hal, barang, atau jasa melalui media massa baik online maupun ofline. Media yang digunakan, antara lain televisi, radio, koran, majalah, internet,hp,poster, pamflet, brosur, spanduk dan sebagainya.

b. Ciri- Ciri Iklan
Agar dapat menarik perhatian khalayak, iklan memiliki ciri- ciri bahasa sebagai berikut:

1. Pilihan kata yang digunakan menarik,tepat,logis, dan sopan.

2. Pilihan kata yang digunakan memiliki sugesti bagi khalayak.

3. Pilihan kata yang digunakan menonjolakan informasi yang dipentingkan

4. Pilihan kata yang digunakan menunjukan sasaran.


B. PIDATO

1. Pengertian Pidato
·Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak


·Pidato adalah penyampaian uraian secara lisan tentang suatu hal di depan umum (khalayak).

Hal-hal yang dinilai dalam berpidato yaitu
Intonasi suara,tatapan mata dengan audien, gerakan tubuh, cara penyampaian (dengan sikap positif atau tidak, jelas atau tidak),kemahiran dan kelancaran dalam menyampaikan pidato, materi atau isi pidato yg disampaikan.

2. Kerangka pidato (sistematika pidato)
Kerangka pidato mempunyai 3 bagian pokok, yaitu sbb:
1. Pendahuluan, biasanya berisi :
- sapaan kepada audiens (pendengar)
- ucapan salam pembuka
- ucapan syukur kepada Tuhan
- ucapan terima kasih kepada pihak terkait
- tujuan pidato
- pengantar ke arah pokok materi pidato
2. Isi: berisi gagasan-gagasan yang hendak disampaikan
3. Penutup, biasanya berisi :
- kesimpulan atau ringkasan bagian penting
- ajakan, harapan-harapan
- ucapan terima kasih dan permohonan maaf
- salam penutup .


 C. PUISI

a. Pengertian Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna.

b. Hakikat Puisi
 -

c. Unsur-Unsur Puisi 
Unsur-unsur puisi terdiri dari struktur fisik dan struktur batin puisi antara lain sebagai berikut... 
Struktur Fisik Puisi
  • Perwajahan Puisi (Tipografi), adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal tersebut menentukan pemaknaan terhadap puisi.
  • Diksi ialah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya dapat mengungkapkan banyak, hal maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  • Imaji, yaitu kata atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi, misalnya penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji terbagi atas tiga yakni imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami penyair.
  • Kata Konkret, adalah kata yang memungkinkan memunculkan imaji karena dapat ditangkap indera yang mana kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Seperti kata konkret "salju" dimana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dll.
  • Gaya Bahasa, adalah penggunaan bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif yang menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya makna. Gaya bahasa disebut dengan majas. Macam-macam majas yaitu metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks
  • Rima/Irama ialah persamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup yakni: Onomatope (tiruan terhadap bunyi seperti /ng/ yang memberikan efek magis puisi staudji C. B); Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya; Pengulangan kata/ungkapan ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. 

Jumat, 05 Agustus 2016

Hari ini pada tanggal 05 Agustus 2016, materi yang kami pelajari adalah menyimak cerita yang didengarkan. Selama menyimak cerita yang di dengarkan kami semua tidak di perbolehkan ribut dan hanya menjawab pertanyaan yang sudah di tulis minggu lalu. Setelah menyimak cerita yang didengarkan kamipun menjawab pertanyaan yang belum terjawab pada saat sesi menyimak cerita tadi, kemudian setelah selesai kami diberikan penilaian oleh guru yang mengajar. Dan saatnya bel istirahat berbunyi yang artinya jam pelajaran Bahasa Indonesia pun selesai.

Kamis, 04 Agustus 2016

PKN

Pada awalnya kami mengira bahwa guru PKN tidak masuk lagi hari ini seperti biasanya ternyata tidak seperti dugaan yang ku kira. Dan hari ini kami hanya melakukan pembagian kelompok untuk membahas materi-materi yang ada di dalam buku, tidak melakukan apapun selain hanya duduk didalam kelas menunggu bel jam pulang berbunyi.

Pembagian kelompok hari ini saya dan teman kelompok ku mendapatkan materi Bab 3 yaitu " Peranan Pers Dalam Masyarakat Demokrasi "

Rabu, 03 Agustus 2016

1. Hukum Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) yaitu bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf (ق), tha (ط), ba’ (ب), jim (ج), dan dal (د). Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:

– Qalqalah kecil yaitu jika salah satu dari huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adlh asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ

– Qalqalah besar yaitu jika salah satu dari huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dlm keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan di waqafkan tetapi tdk di qalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ

2. Idgham Bighunnah mempunyai arti (dilebur dengan disertai dengung) Yaitu memasukkan atau meleburkan salah satu huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya dgn disertai (ber)dengung, jika bertemu dgn salah satu huruf empat ini  yaitu: ن م و ي
Contoh: مُّمَدَّدَةٍ عَمَدٍ فِيْ

Idgham Bilaghunnah mempunyai arti (dilebur tanpa dengung) Yaitu memasukkan atau meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dgn salah satu huruf lam atau ra (ر، ل)
Contoh:  لَمْ مَنْ
Pengecualian
Jika nun mati atau tanwin bertemu dgn keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan di dlm satu kata, conohnya  بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ, maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca jelas.
 

Jumat, 29 Juli 2016

CERPEN (Cerita Pendek)

Unsur Instriksik : Unsur dalam

Unsur Ekstriksik : Unsur Luar

1. Tema
Yaitu gagasan inti. Dalam sebuah cerpenDengan kata lain tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen; pesan atau amanat. Dasar tolak untuk membentuk rangkaian cerita; dasar tolak untuk bercerita.

2. Alur / Plot
 Yaitu rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentuDalam pengertian umum, plot adalah suatu permufakatan atau rancangan rahasia guna mencapai tujuan tertentu. Rancangan tentang tujuan itu bukanlah plot, akan tetapi semua aktivitas untuk mencapai yang diinginkan itulah plot.

3. Latara / Setting :  
Yaitu segala keterangan mengenai waktu, ruang dan suasana dalam suatu cerita. Pada dasarnya, latar mutlak dibutuhkan untuk menggarap tema dan plot cerita, karena latar harus bersatu dengan teman dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas. Jelas bahwa setting akan sangat menentukan watak dan karakter tokoh.

4. Amanah
Yaitu pesan yang terkandung/tersirat didalam sebuah cerita/cerpen, pesan yang dibuat oleh si pengarang maupun pesan yang dapat kita simpulkan sendiri.

5. Penokohan :  
Yaitu penciptaan citra tokoh dalam cerita. Tokoh harus tampak hidup dan nyata hingga pembaca merasakan kehadirannya. Dalam cerpen modern, berhasil tidaknya sebuah cerpen ditentukan oleh berhasil tidaknya menciptakan citra, watak dan karakter tokoh tersebut. Penokohan, yang didalamnya ada perwatakkan sangat penting bagi sebuah cerita, bisa dikatakan ia sebagai mata air kekuatan sebuah cerita pendek.

6. Sudut Pandang : 
Diantara elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun cerita pendek adlaah sudah pandangan tokoh yang dibangun sang pengarang. Sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh bercerita. Jadi sudut pangan ini sangat erat dengan teknik bercerita.

Sudut pandangan ini ada beberapa jenis, tetapi yang umum adalah: 
a. Sudut pandangan orang pertama 
b. Sudut pandang orang ketiga 
c. Sudut pandang campuran 
d. Sudut pandangan yang berkuasa
   

Categories